Metabolisme lemak, Lemak adalah salah satu dari tiga
makronutrisi yang bisa ditemukan dalam suatu organisme, bersama karbohidrat dan
protein. Fungsi lemak
pada manusia adalah sebagai sumber energi (selain karbohidrat).
Kita sering mengenal lemak sebagai ‘lipid’, tetapi
sebenarnya, lemak adalah sub-kelompok dari kelompok molekul lipid. Molekul
lemak terdiri dari 2 bagian:
- Tulang Punggung Gliserol
- Tiga ‘ekor’ Asam Lemak.
Gliserol adalah molekul organik kecil dengan 3
kelompok hidroksil (OH), sedangkan asam lemak terdiri dari rantai panjang
hidrokarbon yang menempel pada kelompok hidroksil. Asam lemak umumnya terdiri
dari 12 sampai 18 karbon, meskipun ada yang hanya mempunyai 4 atau bahkan 36.
Pengertian Lemak
Para pakar biokimia dalam Kongres Internasional Kimia
Murni dan Terapan (International Congress of Pure and Applied Chemistry) bersepakat
memberi definisi bahwa yang termasuk ke dalam golongan lipid yaitu memiliki
karakteristik fisika sebagai berikut:
- Tidak larut dalam air, tapi larut dalam satu atau lebih dari pelarut organik seperti contohnya eter, aseton, benzena, dan atau kloroform.
- Terdapat hubungan dengan asam-asam lemak lainnya.
- Bisa digunakan atau dimanfaatkan oleh organisme uniseluler.
Molekul lemak mempunyai nama lain yaitu triasilgliserol atau trigliserida,
dan pada tubuh manusia, trigliserida ini disimpan pada sel lemak khusus,
yaitu adipocytes, yang membentuk jaringan yang disebut dengan
jaringan adipose.
Asam lemak adalah asam
karboksil yang menjadi sumber bahan bakar penting (selain karbohidrat) untuk
hewan, karena ketika dirombak, asam lemak akan menghasilkan banyak energi ATP.
Banyak tipe-tipe sel yang bisa menggunakan glukosa atau asam lemak untuk
energi. Asam lemak bisa dibedakan menurut panjang rantainya dan
derajat kejenuhannya. Menurut kejenuhannya, asam lemak dibagi
menjadi :
- Asam lemak jenuh
Adalah ketika hanya ada satu ikatan antara rantai
hidro karbon. Pada asam lemak jenuh, banyak atom hidrogen yang menempel pada
rangka karbon. Asam lemak jenuh mempunyai ‘ekor’ yang lurus, jadi molekul lemak
dengan ekor yang jenuh bisa membungkus erat antara satu sama lain. Hal ini
menghasilkan lemak yang berbentuk padat pada suhu ruangan. Contoh dari asam
lemak jenuh yang umum adalah asam butirat, asam stearat, asam palmitat, dan
asam kaproat.
Asam lemak tidak jenuh
Adalah ketika rantai hidrokarbon memiliki ikatan
ganda. Pada asam lemak tidak jenuh, atom hidrogen yang menempel pada karbon
lebih sedikit. Jika hanya mempunyai satu ikatan ganda pada asam lemak,
disebut monounsaturated, sedangkan jika ada banyak ikatan
ganda, disebut polyunsaturated. Asam lemak tidak jenuh cenderung
berbentuk cair pada suhu ruangan. kita mungkin familiar menyebuat asam lemak
tidak jenuh ini sebagai minyak. Contoh dari asam lemak tidak jenuh ini
adalah asam linoleat, asam linolenat, dan asam oleat.
Metabolisme Lemak
Metabolisme asam lemak (sama seperti metabolisme
lainnya) terdiri dari proses katabolik yang menghasilkan energi, dan proses
anabolik yang membuat molekul penting seperti trigliserida, second messenger, hormon
lokal, dan badan keton. Metabolisme lemak adalah proses kompleks dalam tubuh
organisme yang mempunyai beberapa reaksi dan jalurnya tersendiri. Berikut
adalah beberapa metabolisme yang melibatkan molekul lemak dalam tubuh
organisme.
Oksidasi
Asam Lemak Jenuh
Lemak yang terdapat dalam tubuh kita tidak hanya
berasal dari makanan yang mengandung lemak, tetapi bisa juga berasal dari
karbohidrat dan protein. Ini karena terdapat hubungan antara metabolisme lemak,
metabolisme karbohidrat dan metabolisme protein. Oksidasi asam lemak jenuh ini
mempunyai tahap-tahap reaksi yaitu:
- Reaksi 1: Pembentukan heksanoil koenzim A yang berlangsung dengan katalis enzim asil KoA sintesase atau disebut juga tiokinase.
- Reaksi 2: Pembentukan senyawa tidak jenuh dengan oksidasi. Reaksi ini membentuk enoil KoA dengan cara oksidasi. Enzim yang berperan sebagai katalis dalam reaksi ini adalah Enzim asil KoA dehidrogenase.
- Reaksi 3: Hidrasi. Dalam reaksi ini, enzim enoil KoA hidratase berperan sebagai katalis dan menghasilkan L-hidroksiasil koenzim A. Reaksi ini reaksi hidrasi terhadap ikatan rangkap antara C-2 dan C-3.
- Reaksi 4: Oksidasi. Reaksi ini adalah reaksi oksidasi yang mengubah hidroksiasil koenzim A menjadi ketoasil koenzim A. Enzim katalis dalam reaksi ini adalah L-hidroksiasil koenzim A dehidrogenase.
- Reaksi 5: Butiril koenzim A. Reaksi pemecahan ikatan C – C, sehingga menghasilkan asetil koenzim A dan asil koenzim A. Asil koenzim A yang terbentuk pada reaksi ini mengalami metabolsime lanjutan melalui reaksi tahap 2 hingga tahap 5, demikian seterusnya sampai rantai karbon (C) pada asam lemak dirombak menjadi molekul molekul asetil koenzim A. Selanjutnya asetil koenzim A ini teroksidasi menjadi CO2 dan H2O melalui siklus Krebs atau digunakan untuk reaksi-reaksi yang membutuhkan asetil koenzim A.
Metabolisme
Senyawa Keton
Asetil koenzim A yang diperoleh dari reaksi oksidasi
asam lemak dapat digunakan dalam siklus Krebs jika perombakan lemak dan
karbohidrat seimbang. Pada siklus Krebs, asetil koenzim A bereaksi dengan asam
oksaloasetat menghasilkan asam sitrat. Saat kekurangan makanan, konsentrasi
glukosa dalam tubuh berkurang sehingga sebagian dari asam oksaloasetat diubah
menjadi glukosa. Hal ini menyebabkan asetil koenzim A dari lemak tidak masuk
dalam siklus Krebs, tetapi diubah menjadi asam oksaloasetat, asam
hidroksibutirat dan aseton. Ketiga senyawa ini disebut senyawa keton.
Asam asetoasetat ini terbentuk dari asetil koenzim A
dari 3 tahap reaksi, yaitu:
- Tahap 1: 2 molekul asetil koenzim A berkondensasi membentuk asetoasetil koenzim A. Enzim katalis dalam reaksi ini adalah enzim ketotiolase.
- Tahap 2: Asetoasetil koenzim A bereaksi dengan asetil koenzim A dan air, menghasilkan 3-hidroksi-3-metilgluratil koenzim A. Enzim katalis dalam reaksi ini adalah hidroksi-metilguratil koenzim A sintetase.
- Tahap 3: Perombakan 3-hidroksi-3-metilgluratil koenzim A menjadi asetil koenzim A dan asam asetosetat.
Sintesis
Asam Lemak
Sintesis asam lemak berasal dari asetil koenzim A dan
enzim yang bekerja sebagai katalis adalah kompleks enzim-enzim yang terdapat
pada sitoplasma, sedangkan enzim pemecah asam lemak terdapat pada mitokondria.
Sintesis asam lemak ini bukan berarti kebalikan dari jalur penguraian asam
lemak, tetapi pembentukan asam lemak sebagian besar berlangsung melalui jalur
metabolik lain, meskipun ada bagian kecil asam lemak yang dihasilkan melalui
kebalikan reaksi penguraian asam lemak dalam mitokondria.
Beberapa karakteristik yang bisa kita amati dalam sintesis
asam lemak ini adalah:
- Sintesis asam lemak terjadi dalam sitoplasma, sedangkan oksidasi terjadi pada mitokondria.
- Senyawa-senyawa antara dalam sintesis asam lemak terikat pada ACP (acyl carrier protein), sedangkan pada pemecahan asam lemak, senyawa antara terikat pada koenzim A.
- Beberapa enzim yang bekerja sebagai katalis pada sintesis asam lemak adalah termasuk dari bagian kompleks multi enzim yang disebut asam lemak sintetase. Pada pemecahan asam lemak, tidak terdapat sistem multi enzim.
- Perpanjangan rantai karbon pada sintesis asam lemak adalah penambahan 2 atom karbon secara berturut-turut yang berasal dari asetil koenzim A. Senyawa yang berfungsi sebagaia donor unit 2 atom karbon ini adalah malonil ACP.
- Dalam sintesis asam lemak, NADPH berfungsi sebagai reduktor.
Jadi, lemak adalah salah satu makronutrisi penting
untuk organisme uniseluler, selain karbohidrat dan protein. Fungsi utama lemak
adalah sebagai cadangan sumber energi pengganti karbohidrat, dan metabolisme
lemak dalam tubuh organisme ini berhubungan dengan metabolisme karbohidrat.
Untuk menunjang proses metabolisme, dibutuhkan protein yang bisa mengkatalis
(mempercepat atau memperlambat) reaksi-reaksi, protein ini disebut enzim. Enzim
memainkan peran sentral dalam proses metabolisme, baik itu metabolisme
karbohidrat atau metabolisme lemak.
Permasalahan
:
1.
Apakah ada proses kimia lain selain proses oksidasi, hidrolisis dan hidrogenasi
?
2. Jelaskan karakteristik sintesis asam.lemak!
3. Bagaimana Tahap reaksi Asam asetoasetat ini terbentuk dari asetil koenzim A ?
2. Jelaskan karakteristik sintesis asam.lemak!
3. Bagaimana Tahap reaksi Asam asetoasetat ini terbentuk dari asetil koenzim A ?
Saya Ayu Asmira (A1c116036) akan coba menjawab permasalahan anda :
ReplyDeleteSecara alami, senyawa lipid khususnya lemak dan minyak mengalami reaksi hidrolisis,oksidasi, dan hidrogenasi. Namun, terdapat beberapa reaksi khusus yang dapat terjadi pada senyawa lipid dimana reaksi ini dibutuhkan kondisi dan prasyarat khusus sehingga reaksi ini dapat terjadi. Salah satunya ialah Reaksi halogenasi dimana terjadi reaksi antara senyawa asam-lemak (asam karboksilat) dengan senyawa dari golongan halogen seperti Cl dan Fl.
Saya akan menjawab no 2
ReplyDeleteSintesis asam lemak terjadi dalam sitoplasma, sedangkan oksidasi terjadi pada mitokondria.
Senyawa-senyawa antara dalam sintesis asam lemak terikat pada ACP (acyl carrier protein), sedangkan pada pemecahan asam lemak, senyawa antara terikat pada koenzim A.
Beberapa enzim yang bekerja sebagai katalis pada sintesis asam lemak adalah termasuk dari bagian kompleks multi enzim yang disebut asam lemak sintetase. Pada pemecahan asam lemak, tidak terdapat sistem multi enzim.
Perpanjangan rantai karbon pada sintesis asam lemak adalah penambahan 2 atom karbon secara berturut-turut yang berasal dari asetil koenzim A. Senyawa yang berfungsi sebagaia donor unit 2 atom karbon ini adalah malonil ACP.
Dalam sintesis asam lemak, NADPH berfungsi sebagai reduktor.
haya iin saya akan menjawab permasalahan ke tiga,
ReplyDeleteAsam asetoasetat ini terbentuk dari asetil koenzim A dari 3 tahap reaksi, yaitu:
Tahap 1: 2 molekul asetil koenzim A berkondensasi membentuk asetoasetil koenzim A. Enzim katalis dalam reaksi ini adalah enzim ketotiolase.
Tahap 2: Asetoasetil koenzim A bereaksi dengan asetil koenzim A dan air, menghasilkan 3-hidroksi-3-metilgluratil koenzim A. Enzim katalis dalam reaksi ini adalah hidroksi-metilguratil koenzim A sintetase.
Tahap 3: Perombakan 3-hidroksi-3-metilgluratil koenzim A menjadi asetil koenzim A dan asam asetosetat.
Saya akan menjawab permasalahan yg kedua
ReplyDeleteSintesis asam lemak terjadi dalam sitoplasma, sedangkan oksidasi terjadi pada mitokondria.
Senyawa-senyawa antara dalam sintesis asam lemak terikat pada ACP (acyl carrier protein), sedangkan pada pemecahan asam lemak, senyawa antara terikat pada koenzim A.
Beberapa enzim yang bekerja sebagai katalis pada sintesis asam lemak adalah termasuk dari bagian kompleks multi enzim yang disebut asam lemak.
Baiklah saya akan menjawab no 2
ReplyDeleteSintesis Asam Lemak (3)
1.
Sintesis De Novo /Lipogenesis
e Sumber
. Diet
Sintesis dalam Tubuh
Melibatkan
» NADPH
ATP&CO2
* Terjadi di Hati
* Tersimpan di jaringan Lemak
* Tahapan Lipogenesis
. Pembentukan Malonil KoA
Sintesis Palmitat di Asetil KoA
2. Pemanjangan Ranta
* Sistem Pemanjangan Rantai pada Mikrosom
Donor Hidrogen NADPH
Sistem pemanjangan Rantai Pada Mitokondria
*
. Donor Hidrogen NADPH dan NADH
Desaturasi / Sintesis Asam Lemak
* Konfigurasi yang terbentuk (di alam) umumnya: Cis
. Sumber
- Diet
- Sintesis dalam Tubuh
Enzim
-Sistem desaturase asam lemak
Asam lemak disintesis dengan penambahan dua unit karbon ke ujung rantai
hidrokarbon .Sintes is asam lemak terdiri dari 2 tahap